Senin s.d Jumat : 10.00 - 17.00
|Sabtu & Minggu : Janji Temu / Online
Jl. Warung Jati Timur No. 27A, Kel. Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Rekomendasi Artikel
Meningkatnya mobilitas perjalanan internasional selama musim panas mendorong Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan imbauan kesehatan bagi para pelancong, termasuk jemaah umrah. Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi (Weqaya) meminta calon jemaah yang akan beribadah ke Tanah Suci agar mempersiapkan aspek kesehatan sejak sebelum keberangkatan guna mengurangi risiko paparan penyakit menular.
Melansir Saudi Gazette, Weqaya menyatakan terus memantau perkembangan situasi epidemiologi global bersama berbagai organisasi kesehatan internasional. Pemantauan tersebut mencakup penyebaran sejumlah penyakit, seperti Hantavirus, Ebola, demam kuning (yellow fever), dan influenza musiman yang dilaporkan masih terjadi di sejumlah negara.
Menurut Weqaya, pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat Arab Saudi sekaligus meningkatkan kesadaran para pelaku perjalanan, termasuk jemaah umrah.
Pastikan Vaksinasi dan Ketahui Aturan Negara Tujuan
Weqaya mengimbau calon jemaah umrah agar memeriksa kondisi kesehatan negara asal maupun negara transit sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, jemaah diminta memastikan telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan yang ditetapkan, termasuk kewajiban vaksinasi apabila berlaku.
Otoritas tersebut secara khusus mengingatkan pentingnya vaksin demam kuning (yellow fever) bagi pelaku perjalanan yang berasal dari atau transit di wilayah endemis maupun negara yang mewajibkan bukti vaksinasi sebagai syarat masuk.
Waspadai Penularan Berbagai Penyakit
Dalam keterangannya, Weqaya menjelaskan bahwa setiap penyakit memiliki karakteristik penularan yang berbeda.
Hantavirus umumnya berkaitan dengan paparan tikus yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi. Sementara itu, Ebola dapat menular melalui kontak langsung dengan darah maupun cairan tubuh penderita atau jenazah yang terinfeksi, termasuk hewan yang membawa virus tersebut.
Adapun demam kuning ditularkan melalui gigitan nyamuk di wilayah endemis, sedangkan influenza musiman menyebar melalui percikan saluran pernapasan dan kontak erat dengan orang yang terinfeksi.
Jaga Kebersihan Selama Menjalankan Umrah
Weqaya mengimbau jemaah umrah untuk menghindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala sakit, tidak mendekati hewan liar maupun hewan pengerat beserta habitatnya, serta menunda perjalanan ke wilayah yang sedang mengalami wabah penyakit apabila tidak mendesak.
Jemaah juga diminta mematuhi seluruh panduan kesehatan yang diterbitkan otoritas di negara tujuan.
Selain itu, Weqaya merekomendasikan agar jemaah menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan, memastikan makanan dan air yang dikonsumsi aman, menggunakan losion antinyamuk dan pakaian yang sesuai untuk mencegah gigitan nyamuk, serta memiliki perlindungan asuransi kesehatan sebelum melakukan perjalanan.
Segera Periksa Diri Jika Muncul Gejala
Weqaya juga mengingatkan jemaah umrah agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit selama berada di Arab Saudi maupun setelah kembali ke negara asal, terutama apabila sebelumnya mengunjungi daerah yang sedang mengalami wabah atau memiliki riwayat kontak dengan penderita, hewan terinfeksi, maupun lingkungan berisiko tinggi.
Otoritas tersebut meminta para pelaku perjalanan menyampaikan riwayat perjalanan kepada tenaga kesehatan agar proses diagnosis dapat dilakukan lebih cepat dan langkah-langkah kesehatan masyarakat dapat segera diterapkan.
Sebagai penutup, Weqaya mengimbau masyarakat, termasuk calon jemaah umrah, untuk hanya mengakses informasi kesehatan dari sumber resmi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Seluruh informasi dan pembaruan mengenai imbauan kesehatan perjalanan dapat diakses melalui kanal resmi Weqaya.
SUMBER: HIMPUH