Senin s.d Jumat : 10.00 - 17.00
|Sabtu & Minggu : Janji Temu / Online
Jl. Warung Jati Timur No. 27A, Kel. Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Rekomendasi Artikel
Arab Saudi menghadirkan pengalaman baru bagi jemaah haji, umrah, dan wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Al-Qur'an melalui Museum Al-Qur'an di Distrik Budaya Hira, Makkah. Museum ini mengajak pengunjung menelusuri perjalanan turunnya wahyu, proses pencatatan ayat-ayat Al-Qur'an pada masa Rasulullah SAW, hingga penyusunannya menjadi satu mushaf.
Mengutip Arab News, Selasa (14/7/2026), museum tersebut memadukan koleksi bersejarah dengan teknologi interaktif untuk menggambarkan bagaimana Al-Qur'an dijaga keasliannya sejak pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Salah satu koleksi utama yang ditampilkan adalah replika berbagai media yang digunakan para sahabat untuk menuliskan ayat-ayat Al-Qur'an ketika wahyu masih turun.
Sebelum Al-Qur'an dihimpun menjadi satu mushaf, ayat-ayat ditulis di berbagai media yang tersedia pada masa itu, seperti perkamen kulit, daun palem, kayu, batu, hingga tulang hewan, termasuk tulang belikat dan tulang rusuk.
Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat melihat gambaran kondisi masyarakat Arab pada masa awal Islam sekaligus memahami bagaimana para sahabat berupaya menjaga setiap ayat yang diturunkan.
Museum juga melengkapi setiap koleksi dengan penjelasan ilmiah dan presentasi interaktif yang menjelaskan fungsi masing-masing media penulisan serta proses pencatatan wahyu.
Menelusuri Sejarah Turunnya Wahyu
Berdasarkan informasi dari Visit Saudi, Museum Al-Qur'an tidak hanya memamerkan benda-benda bersejarah, tetapi juga menyajikan perjalanan Al-Qur'an sejak wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Melalui ruang pameran modern, pengunjung diajak memahami proses turunnya wahyu, pencatatan oleh para sahabat, hingga penyusunan Al-Qur'an menjadi satu mushaf pada masa para khalifah.
Seluruh materi disampaikan melalui teknologi digital, multimedia, dan konten ilmiah sehingga dapat dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga jemaah haji dan umrah.
Salah satu atraksi yang menjadi perhatian pengunjung adalah simulasi digital yang menggambarkan momen turunnya wahyu pertama di Gua Hira.
Teknologi visual tersebut menghadirkan ilustrasi sejarah turunnya Surah Al-'Alaq sebagai wahyu pertama yang menandai awal diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul.
Koleksi Manuskrip dari Berbagai Periode Sejarah
Museum Al-Qur'an juga menyimpan berbagai manuskrip Al-Qur'an dari sejumlah periode sejarah Islam.
Koleksi mushaf kuno tersebut memperlihatkan perkembangan seni penulisan Al-Qur'an dari masa ke masa, mulai dari ragam kaligrafi, teknik penyalinan, hingga ornamen yang menghiasi setiap halaman.
Selain manuskrip, museum menghadirkan paviliun budaya yang menjelaskan perkembangan ilmu-ilmu Al-Qur'an, sejarah penyebarannya, serta pengaruh kitab suci tersebut terhadap peradaban dunia.
Museum Al-Qur'an merupakan salah satu destinasi utama di Distrik Budaya Hira yang berada di kaki Gunung Hira, Makkah.
Kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi budaya dan wisata religi yang menghadirkan pengalaman edukatif mengenai sejarah Islam. Lokasinya berada di dekat jalur utama yang menghubungkan Kota Makkah dan Taif sehingga mudah diakses oleh jemaah maupun wisatawan.
Distrik Budaya Hira berada di bawah pengawasan Komisi Kerajaan untuk Makkah Al-Mukarramah dan Tempat-Tempat Suci.
Selain Museum Al-Qur'an, kawasan ini juga dilengkapi pusat informasi pengunjung serta Galeri Wahyu yang mengisahkan perjalanan turunnya wahyu kepada para nabi hingga wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW.
Telah Dikunjungi Lebih dari 4 Juta Orang
Popularitas Distrik Budaya Hira terus meningkat. Berdasarkan data tahun 2025 yang dirilis Hira District, kawasan tersebut telah menerima lebih dari 4 juta pengunjung dari 132 negara.
Pengembangan Museum Al-Qur'an dan Distrik Budaya Hira menjadi bagian dari implementasi Visi Arab Saudi 2030yang bertujuan memperkuat sektor budaya, pariwisata, serta pelestarian warisan Islam.
Melalui museum ini, Arab Saudi menghadirkan pusat pembelajaran yang memungkinkan pengunjung memahami sejarah turunnya Al-Qur'an, proses penulisannya, hingga upaya para sahabat dan generasi setelahnya dalam menjaga keaslian kitab suci umat Islam.
SUMBER: HIMPUH