Senin s.d Jumat : 10.00 - 17.00

|

Sabtu & Minggu : Janji Temu / Online

Jl. Warung Jati Timur No. 27A, Kel. Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Rekomendasi Artikel

Suhu Mina Capai 45 Derajat Celsius saat Tarwiyah, Arafah Diperkirakan Sama Panasnya saat Puncak Haji

Cuaca ekstrem kembali membayangi pelaksanaan ibadah haji 2026. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) mencatat suhu di Mina mencapai 45 derajat Celsius pada Senin, bertepatan dengan Hari Tarwiyah, sementara suhu serupa diperkirakan terjadi di Arafah saat puncak ibadah haji pada Selasa.


Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat jutaan jemaah tengah menjalani rangkaian ritual di ruang terbuka dengan mobilitas tinggi antara kawasan suci.


Melansir saudigazette, NCM mengungkapkan Mina mencatat suhu 45 derajat Celsius, dengan kecepatan angin mencapai 26 kilometer per jam dan tingkat kelembapan hingga 36 persen.


Sementara itu, Arafah disebut sebagai kawasan terpanas di antara seluruh area suci sejak awal musim haji tahun ini. Pada Sabtu lalu, wilayah tersebut tercatat mencapai suhu 48 derajat Celsius.


Berdasarkan pembacaan awal, suhu di Arafah diperkirakan kembali menyentuh sekitar 45 derajat Celsius pada jam-jam puncak Selasa, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf yang menjadi inti ibadah haji.


Jemaah Diimbau Hindari Paparan Matahari Langsung

Juru bicara NCM Hussein Al-Qahtani mengatakan pihaknya terus memantau kondisi cuaca di kawasan suci selama 24 jam melalui jaringan stasiun pemantauan canggih.


Ia juga mengimbau jemaah untuk mematuhi panduan pencegahan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat panas ekstrem.


Jemaah diminta menghindari paparan sinar matahari langsung terutama pada tengah hari, memperbanyak konsumsi cairan, serta menggunakan payung untuk membantu menekan risiko kelelahan akibat panas.


Suhu tinggi menjadi salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama saat jutaan jemaah berkumpul di area terbuka seperti Mina dan Arafah.


Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap heat exhaustion atau kelelahan akibat panas menjadi faktor penting selama fase puncak pelaksanaan haji.


SUMBER: HIMPUH