Senin s.d Jumat : 10.00 - 17.00

|

Sabtu & Minggu : Janji Temu / Online

Jl. Warung Jati Timur No. 27A, Kel. Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Rekomendasi Artikel

Tim Medis Saudi Selamatkan Jemaah Indonesia yang Alami Henti Jantung di Masjid Nabawi

Seorang jemaah asal Indonesia dilaporkan mengalami henti jantung dan henti napas di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Insiden tersebut terjadi sesaat setelah pelaksanaan salat Maghrib pada Senin (3/3/2026).


Tim medis dari Saudi Red Crescent Authority (SRCA) atau Bulan Sabit Merah Arab Saudi bergerak cepat ke lokasi dan berhasil menyelamatkan nyawa jemaah tersebut melalui tindakan resusitasi jantung paru (CPR).


Melansir Al Arabiya, Direktur Jenderal cabang Bulan Sabit Merah Arab Saudi di Madinah, Dr. Ahmed bin Ali Al-Zahrani, menjelaskan bahwa pusat evakuasi medis menerima laporan darurat pada pukul 19.15 waktu setempat.


Laporan tersebut menyebut adanya kondisi medis kritis yang terjadi di pelataran Masjid Nabawi tepat setelah salat Maghrib pada 14 Ramadan 1447 H atau 3 Maret 2026. Tim ambulans kemudian langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.


“Tim ambulans khusus segera dikirim dan tiba di lokasi dalam waktu 2 menit dan 56 detik,” demikian bunyi laporan tersebut.


Setibanya di lokasi, paramedis mendapati pasien berada dalam kondisi henti jantung dan henti napas total. Petugas medis segera melakukan penanganan darurat di tempat sesuai dengan protokol medis yang berlaku.


Tim melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) menggunakan peralatan medis canggih guna memulihkan fungsi jantung dan pernapasan pasien. Upaya resusitasi tersebut akhirnya berhasil mengembalikan detak jantung pasien.


Untuk memastikan penanganan maksimal, tim tambahan juga diterjunkan ke lokasi guna membantu proses penanganan kasus kritis tersebut.


Setelah kondisi pasien berhasil distabilkan, jemaah asal Indonesia itu segera dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Al-Salam di Madinah guna menjalani perawatan medis lanjutan.


Kecepatan respons tim medis disebut menjadi faktor penting dalam penyelamatan nyawa pasien dalam insiden tersebut.


SUMBER : HIMPUH